Muchtar Effendi Harahap: Mengawal Gubernur DKI Terpilih Perlu Oposisi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Muchtar Effendi Harahap: Mengawal Gubernur DKI Terpilih Perlu Oposisi

23 September 2017
PMII NEWS Online - Gagasan sekaligus tantangan yang menarik juga otentik dilontarkan Muchtar Effendi Harahap dalam forum diskusi yang diselenggarakan oleh Lembaga Komunikasi Informasi Perkotaan (LKIP) bekerja sama dengan Network for South East Asian Studies (NSEAS), yaitu perlunya tampil oposisi dalam pengawalan Gubernur DKI Jakarta, Anies - Sandi untuk periode mendatang, agar pelaksanaan program yang telah direncanakan dapat berjalan baik dan benar, kata MEH, demikian inisial spesial untuk panggilan akrab kawan dekat Direktur NSEAS ini.
Foto: Saat penyampaian materi oleh Muchtar Effendi Harahap (sisi kanan).
MEH mengidealkan munculnya kelompok oposisi berasal dari kubu pendukung Ahok yang kalah dalam perebutan kursi nomor satu di DKI Jakarta. "Sebab dengan begitu pengawasan pelaksanaan program pemerintah DKI Jakarta ada jaminan berlangsung sehat," tandas MEH.

Diskusi yang mengharap kehadiran kalangan Aktivis dan Usahawan Pejuang yang Peduli DKI Jakarta ini bertajuk "Peran Dunia Usaha Nasional dan Perbankan dalam pelaksanaan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi DKI Jakarta, periode 2018-2022.

Diskusi yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2017 di Grand Alia Hotel, Cikini Jakarta ini tidak dihadiri Boy Sadikin, Ketua Relawan Anies Sandi, maupun Muhammad Taufik, Wakil Ketua DPRD Prov. DKI Jakarta yang diharap jadi narasumber.

Begitu juga Dirut BANK DKI, Ketua KADIN DKI Jakarta serta Kepala Dinas PU/Bina Marga. Prov. DKI Jakarta serta Dirut PT Waskita Karya.

Amir Hamzah, tokoh aktivis dan  pengamat Kebijakan Publik tampil dengan sanepo jenakanya yang berkisah tentang buaya yang enggan memangsa binatang yang haram.

"Artinya, kalau buaya saja enggan memangsa yang haram, bagaimana mungkin masih tamak dan rakus, hingga harus melahap juga makanan yang haram," kata Amir Hamzah.

Ramli Kamidin yang bertindak sebagai moderator menggaris bawahi gagasan dan tantangan Muchtar Effendi Harahap agar pendukung calon gubernur yang keok mau menjadi oposisi yang mengawasi dan mengkritisi pekerhaan dan kebijakan gubernur DKI Jakarta yang terpilih, supaya pelaksanaan dan kebijakan yang dilakukan benar-benar untuk meningkatkan  kesejahteraan dan pelayanan untuk rakyat. (Jacob Ereste)