Menyambut Hari Lahir Pancasila, PB PMII: Pemuda Islam Harus Lebih Pancasilais | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Menyambut Hari Lahir Pancasila, PB PMII: Pemuda Islam Harus Lebih Pancasilais

23 September 2017
PMII NEWS Online -  Ahmad Riduan Hasibuan asal Sumatera Utara, melalui pernyataan resminya, Rabu (31/05). Ia merupakan salah satu Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) angkat bicara dalam menyatukan kesatuan Cinta Tanah Air Republik Indonesia dengan menanam jiwa-jiwa Pancasilais.
Foto: Sahabat Ahmad Riduan Hasibuan
Pemuda Islam harus lebih Pancasilais,  karena semangat pemuda Islam itu menjadikan rahmat bagi seluruh alam. Bukan menjadi ruang pembeda dan menjadikan perbedaan sebagai ruang untuk saling membenci.

“Bagi anak muda Islam jangan meneriakkan takbir ‘Allahu Akbar’ untuk menumpahkan darah saudara sebangsanya karena berbeda agama, atau untuk meneriakkan perubahan azaz negara Pancasila menjadi khilafah. Tapi mari teriakkan takbir sebagai semangat membangun bangsa, memperjuangkan Pancasila sebagai konsensus bernegara seperti yang dilakukan para pejuang terdahulu, para santri yang sahid demi negara,” ungkapnya.

Dikatakan Riduan, tidaklah sahid kalau mati dengan bom bunuh diri dan membuat teror, tidak sahid kalau mau menumpahkan darah untuk merubah asas bangsa Indonesia.

“Yang sahid dan jihad masa kini adalah menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, mengisi kemerdekaan bangsa dengan prestasi membanggakan, mengawal hukum berjalan dengan baik, membantu negara dalam memperkecil kesenjangan ekonomi sosial. Itulah tugas pemuda Islam,” tegas Bendahara Umum PB PMII ini. (Baca: Kader PMII Putri Raih Juara Favorit Puteri Muslimah Gresik 2017)

Oleh sebab itu, kata Riduan, sebagai anak muda Islam yakin bahwa pemuda Islam itu lebih Pancasilais. “Kalau ada pemuda Islam yang teriak Khilafah mereka hanya sedang lupa kalau mereka bisa teriak itu hanya di negara demokrasi Pancasila. Mari jaga semangat kebangsaan kita, jaga semangat keislaman rahmatan lil ‘alamin kita, jaga Pancasila kita,” tutupnya.

Lebih menelisik kembali terhadap sejarah hari lahir Pancasila yang bertepat tanggal 1 Juni 1945 yang pertama kali dikemukakan oleh Presiden Pertama Bung Karno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan Lahirnya Pancasila

Sumber: Waspada Online