MALAPETAKA | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

MALAPETAKA

23 September 2017
Puisi, PMII NEWS Online
Puisiku bukan puisi tapi kata-kata buruk untuk sang pemangku tahta indonesia
Di sini segerombolan anak harimau 
Akan meraung di depan mata.
Akan Mencabik-cabik penguasa
Dengan cakaran dan gigitan.
Atas namakan ketidak cocokan.
Meraung atas namakan perjuangan.
Meraung atas namakan pembelan
Meraung atas namakan perlawanan
MALAPETAKA.

Penguasa menjerit-jerit kepanasan.
Meraung,
Suara angin aku sulap menjadi peluru,
Yang Akan mengerogoti seluruh tubuh.
Dan disini kalian akan binasa.
Sementara kalian tertawa semburkan murka.
Asiik bermain teka teki dan kelab, monopoli diluar negara.
Mencoba menutupi dengan tebing-tebing raksasa.
Sambil mendiskusikan harga bbm dan mempertahankan tahta,
Sedangkan para tokoh agama
Berkhutbah dan berceramah diatas mimbar
Sambil angkat senjata atas namakan
"Amar Ma'ruf Nahi Mungkar"
Tiba tiba anak-anak bangsa, dihadapan penguasa
Meraungkan kutukan- kutukan kebinasaan
Meraungkan kutukan-kutukan kehancuran.
Menjelma menjadi kutukan-kutukan kematian.
Berkelibang-libang di atas udara.
Murka segera tiba
Kebinasaan akan menelan penguasa.
MALAPETAKA.
Karya : Ahmed Zain Bamuala