KOPRI Cabang Kota Pontianak Adakan Rapat Pra MUSPIMCAB | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

KOPRI Cabang Kota Pontianak Adakan Rapat Pra MUSPIMCAB

23 September 2017
PMII NEWS Online - Korp PMII Putri (KOPRI) Cabang Kota Pontianak gelar Rapat Pra Musyawarah Pimpinan Cabang (MUSPIMCAB) di cafe yang terletak jalan Imam Bonjol Pontianak. Sabtu, (22/07/2017).

Rapat pra Muspimcab tersebut dihadiri oleh Ketua Cabang PMII Kota Pontianak, Ketua Kopri Cabang PMII Kota Pontianak, Ketua I Bidang Kaderisasi PMII Kota Pontianak, Ketua Kopri Komisariat beserta pengurus Kopri baik dari Cabang maupun Komisariat se Kota Pontianak. Sengaja diadakannya rapat pra Muspimcab guna membahas mengenai kemasan program sisa kepengurusan dan menjadikan acuan muspimcab serta melihat amanat dari forum Musyawarah Pimpinan Nasional (MUSPIMNAS) 2015 lalu di Ambon, Maluku.

Dalam sambutan Ketua Cabang PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kota Pontianak sahabat Mussolli mengungkapkan "Pentingnya rapat pra Muspimcab ini tertuju pada jalannya kegiatan Muspimcab yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat agar terarah dan berjalan dengan lancar", ungkapnya.

"Dalam rapat ini membahas mengenai struktural dan tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing bidang kerja sehingga tercipta sinkronisasi dan bersinergritas di antara pengurus yang berdampak pada kinerja organisasi kita", sambungnya.

Tak jauh berbeda dengan pernyataan Sahabat Desi Rodiyah Ketua Kopri Kota Pontianak Rapat pra Muspimcab ini dilaksanakan guna mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah kita laksanakan dan menata kembali kegiatan yang akan datang dengan harapan agar setiap jenjang kepengurusan mempunyai kegiatan yang jelas dan sistematis.

"Rapat pra muspimcab ini penting dilakukan karena untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan, baik tingkat Cabang, Komisariat maupun Rayon untuk menata kembali rancangan kegiatan yang sudah ditetapkan agar tidak terjadi tumpang tindih", jelas Desi.

Di dalam pemaparan Sahabat Hasanie Mubarok selaku Ketua I PMII Bidang Kaderisasi Kota Pontianak menjelaskan, "PMII dibentuk memiliki tujuan, oleh sebab itu untuk mencapai proses menuju tujuan bisa dilaksanakan dengan yang namanya kaderisasi  baik kaderisasi formal, informal dan non formal. penyelenggaraan 3 (tiga) bentuk kaderisasi itu harus seimbang, jika hanya unggul di satu tempat dan timpang di sisi lain maka kondisi kaderisasi kita tidak berjalan dengan baik" pungkasnya.

Mengingat Rekomendasi Muspimnas Ambon 2015 lalu, bahwa Kopri harus menjadi cerobong terbentuknya pemimpin-pemimpin perempuan dimasa depan. Sedangkan pemimpin itu terbentuk melalui kaderisasi Informal yaitu pendampingan atau bimbingan dari senior serta melalui kaderisasi Non-Formal contohnya seperti program perempuan membedah situasi lokal (localisdem), membaca isu-isu nasional dan sebagainya.

Ada minimal 3 kaderisasi Non formal  yang kita laksanakan. Pertama, Seputar Pendidikan seperti penyelenggaraan seminar, Orasi Publik dan lain sebagainya yang di laksanakan oleh Kopri Cabang. Kedua, Pengembangan artinya setelah dididik harus ada proses pengembangan, berupa jenis-jenis agenda seperti pelatihan menulis, pelatihan kewirausahaan dan lain-lain yang dilaksanakan oleh Kopri Komisariat. Ketiga, Pemberdayaan, yaitu hasil pengembangan diberdayakan sesuai dengan kemampuan kader-kader Kopri.

"Sedikit refleksi melihat dari skala pendidikan, pengembangan, dan mementoring yang harus di lakukan oleh cabang serta disampaikan oleh Kopri komisariat agar cabang tidak memanfaatkan struktur kepengurusan komisariat yang sudah terstruktur sesuai prosedur yang di sepakati bersama", tambah Sahabat Hasani.

Menurutnya pengurus Kopri Cabang dan Komisariat mempunyai porsi tugas masing-masing namun tetap dalam satu tujuan yang sama yaitu menjaga eksistensi Kopri melalui kegiatan Keperempuanan.

Penulis: Rika Artika