HTI Sudah Meresahkan Warga NTB, Pendemo: Bubarkan!!! | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

HTI Sudah Meresahkan Warga NTB, Pendemo: Bubarkan!!!

23 September 2017
PMII NEWS Online – Puluhan massa aksi dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi penolakan terhadap Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang anti Pancasila, di depan Mapolda NTB, Jum’at (7/4/2017).
“Kami turun aksi pada hari ini, merupakan komitmen kebangsaan yang kami miliki. Oleh sebab itu, kami minta kepada bapak Kapolda untuk menindak tegas Ormas HTI yang jelas-jelas anti Pancasila,” ungkap Korlap, Slamat Riadi.

Sementara, Ketua Cabang PMII Mataram, Muh Shalihin minta kepada aparat penegak hukum untuk tidak memberikan ruang pada HTI di NTB.

“Keberadaan HTI di NTB membahayakan keutuhan NKRI. Oleh sebab itu, kami minta HTI dibubarkan,” ujar Shalihin dalam orasinya.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas agar ormas HTI yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI harus diambil tindakan tegas,” tegasnya.

“Kami datang untuk menyuarakan pembubaran organisasi yang membahayakan dan merongrong 4 (empat) pilar bangsa yakni Pancasila, Bhenika Tunggal Ika, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945, agar pihak kepolisian ambil tindakan tegas dengan tidak membiarkan organisasi tersebut menjalankan misinya,” ucap Kasatkorwil Banser NTB, Murakib Usman dalam orasinya.

Selain itu, Murakib mengatakan bahwa apa yang dilakukan organisasi tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat apalagi masyarakat di NTB yang selama ini telah damai dan tentram karena organisasi seperti itu tidak layak ada di NTB dan Indonesia.

“Kami meminta pada pihak kepolisian agar tidak memberikan ijin dari setiap kegiatan organisasi yang ingin mendirikan Daulah Islamiyah di tanah NKRI yang kemerdekaannya diperjuangkan dengan tumpah darah,” tandasnya.

Karena itu, dia juga meminta pada pemerintah provinsi NTB agar tidak memberikan ruang terhadap semua kegiatan organisasi tersebut.

“Jika kedepannya ada pembiaran oleh pemerintah terhadap kegiatan HTI yang tidak mengakui Pancasila dan NKRI tersebut. Maka jangan salahkan kami jika kami mengambil tindakan sendiri. Bagi kami NKRI harga mati,” teriak Murakib.

Usai pembacaan pernyataan sikap, massa aksi menuju kantor Gubenur untuk menyampaikan  aspirasinya.

Sumber : MetroNTB.com