Hotel Neo Mengalihfungsikan Sekolah Menjadi Tempat Parkir, PMII Kota Pontianak Turun Aksi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Hotel Neo Mengalihfungsikan Sekolah Menjadi Tempat Parkir, PMII Kota Pontianak Turun Aksi

23 September 2017
PMII NEWS Online - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Pontianak, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak.
 
Para mahasiswa ini menyampaikan aspirasinya, terkait penolakan pembangunan gedung parkir yang mengalihfungsikan lahan sekolahan.

Ketua PMII Cabang Kota Pontianak, Sahabat Musholi mengatakan dengan tegas kalau mereka menuntut tidak dibangunnya gedung parkir dan tidak boleh mengalihfungsikan bangunan sekolah tersebut.

Selain itu mereka juga mempertanyakan pembangunal Hotel Neo, yang tidak memiliki lahan parkir sehingga mengorbankan Sekolah Dasar Negeri 1 (SDN) 01 Kota Pontianak.

"Kami menyampaikan aspirasi kami dan meminta DPRD agar mengawal dan akan bertanggung jawab untuk kepentingan pendidikan, kemudian berbicara perizinan, jadi kita menuntut pemerintah kota tegas memihak kepada dunia pendidikan khususnya SDN 01 itu jangan sampai digusur," ungkapnya, Jumat (05/05/2017).

Bahkan Musoli tegaskan, mereka juga meminta dilakukan pengusutan tuntas terhadap perijinan hotel yang tidak memiliki lahan parkir, yang menurutnya setiap pembangunan harus memiliki lahan parkir dan kemudian mencarikan alternatif lain sehingga tidak mengorbankan dunia pendidikan khususnya gedung sekolah itu.

"Harus dibicarakan, kemudian lahan parkir itu minimal ada satu ruangan kosong untuk hotel itu dijadikan lahan parkir, baik itu di bawah, ditengah atau di atas. Terlepas itu biar mereka yang mempunyai strategi dan jangan mengorbankan SDN 01," tuntutnya.

Mengenai gedung parkir yang merupakan dari komitmen Pemkot dalam program Kota Baru yang anggaran Rp 4,6 triliun, para mahasiswa yang tergabung dalam PMII ini katakan, tidak harus menggusur sekolahan tersebut.

Walaupun Pemkot telah memiliki alternatif dalam memindahkan anak-anak yang sekolah di SDN 01 dan Pemkot juga menjamin setiap siswanya bisa masuk SMP Negeri nantinya mukak dari kelas 1-5 yang saat ini. Musholi katakan nantinya akan hilang pendidikan yang ada di lokasi tersebut dan kemudian akan mengganggu psikologi anak-anak jika dipindahkan.

"Kalau sudah di pindah, sampai mati pun dia tetap mengingat mereka pernah sekolah di situ dan di gusur. Ini juga membebankan psikologi anak, kalau kita mau main hantam saja dan tidak mempelajari dulu, kita maunya demo disana tetapi kita pikirkan psikologi anak. Kita tak mau hanya main hantam karena akan memengaruhi psikologi anak, hari ini anak-anak tidak paham, tapi nanti akan sadar yang itu akan memengaruhi psikologi anak-anak," pungkasnya.

Sumber : tribunpontianak.co.id