Dari Aktivis Menjadi Apatis | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Dari Aktivis Menjadi Apatis

23 September 2017
PMII NEWS Online -

Sumpah Mahasiswa Indonesia

Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah,
bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
Kami Mahasiswa Indonesai bersumpah,
berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan.
Kami Mahasiswa Indonesai bersumpah,
berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan. (Afnan Malay)

Foto: (Ilustrasi) Mahasiswa Aktifis
Dengan begitu derasnya perkembangan zaman yang serba modern ini, dan era digitalisasi yang sangat sukses merampas kesadaran mahasiswa akan peran dan fungsinya. Ini adalah indikasi peningkatan mahasiswa apatis dan hedonis, sungguh riskan sekali, disisi lain ada jutaan masyarakat yang membutuhkan kita sebagai penyambung aspirasi mereka, sebagai penyambung lidah mereka dan saya rasa mahasiswa seperti itu kini sudah almarhum (tidak ada), entah dimana mahasiswa yang peka terhadap sosial, apakah sedang mati suri? ataukah sedang dinina-bobokan oleh penguasa untuk tidak mengganggu kinerja mereka dalam merampas hak rakyat? Sebuah pertanyaan besar yang harus kita renungkan bersama.

Saya pernah membaca buku berjudul Orang-Orang Kampus penulis Limik Agung pada halaman awal tercatat bahwa hilanglah sudah kesadaran mahasiswa akan jargonnya yaitu agent of change atau agen perubahan. Jargon tersebut sepertinya sudah tidak dimiliki lagi oleh mahasiswa zaman sekarang yang sudah mulai lesu dan terbelenggu serta terbius oleh nafsu dengan datangnya budaya-budaya palsu. Yang berimplikasi maraknya mahasiswa apatis terhadap kekejaman yang dilakukan oleh kebiadaban penguasa akan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.

Teringat akan tragedi 1998 dan mahasiswa pada saat itu menjadi musuh negara, dan rezim pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak pewaris peradaban yaitu Suharto dengan warisannya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Dan mereka penuh semangat serta berkobar-kobar menyuarakan kegelisahan rakyat yang termarginalkan dan tertindas akan kekejaman, secara continue tiada henti merampas atau merampok hak mereka.

Sedih rasanya melihat perubahan mahasiswa kini kian memburuk. Apa artinya mahasiswa jika peran dan fungsinya pun dilupakan? Justru pelajar perguruan tinggi yang pantas berpredikat mahasiswa itu apabila peran dan fungsinya dapat diimplementasikan dalam kompleksnya kondisi bangsa yang hari ini masih dilanda krisis multidimensi berkepanjangan. Tapi kita hanya dapat menonton tanpa berbuat apa-apa untuk bangsa ini. Lantas dimanakah peran mahasiswa? Apakah ada yang masih bangga dengan predikat mahasiswa ? Berdukalah kalian, apabila kalian bangga jika disebut mahasiswa oleh masyarakat, namun secara praktik tidak bedanya dengan kebiasaan anak SMA yang hobinya nongkrong di café tanpa memikirkan adanya suatu alat yang sedang memporak-porandakan berbagai sendi-sendi kehidupan bangsa.

Tabayun untuk kalian pada umumnya dan khususnya saya pribadi yang hari ini duduk di bangku kuliah dengan predikat mahasiswa, agar segera mengaplikasikan peran dan fungsi mahasiswa yang sebenarnya. Ayo! segera kita kembalikan mahasiswa yang katanya Agen of Change dan jangan mau dinina-bobokan oleh mereka (pemerintah), bangun, bangun, bangun, goyangkan kembali bangku penguasa disana, jungkir balikan mesin pencetak koruptor, bumi-hanguskan rumah para penguasa yang dzhalim terhadap masyarakat yang sedang kebingungan, bingung akan dimana hak mereka? Dan bingung siapa yang merampas hak mereka? Dan sampai hari ini masih tanda tanya besar.

Intinya, karena saya tercatat sebagai anggota PMII, dan saya hanya sekedar mengingatkan bahwa PMII sebagai satuan komunitas mahasiswa harus mampu memposisikan diri sebagai perekat bagi semua komponen kebangsaan yang ada, tanpa intervensi dan tebang pilih antar satu kelompok dengan kelompok yang lain.

Untuk itu upaya yang dilakukan PMII untuk merangkul semua kelompok masyarakat dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis, terciptanya civil society (masyarakat madani) dan good governance (pemerintahan yang baik) adalah membangunkan semangat mahasiswa dalam upaya menjalankan fungsi dan peran serta tanggung jawabnya.

Demikian artikel yang sangat sederhana ini saya buat, saran serta kritik sangat saya harapkan dari para pembaca guna membuat saya lebih baik lagi untuk kedepannya.

Hidup Mahasiswa !!
Salam Pergerakan !!

Oleh: Muhamad Harun Al-Rasyid