Catatan Urgensi Kederisasi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Catatan Urgensi Kederisasi

PMII News
23 September 2017
PMII NEWS Online - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kaderisasi adalah pengaderan dan pengaderan adalah proses, cara, perbuatan mendidik (kualitas) atau membentuk seseorang menjadi kader (kuantitas).

Dan suhu pengaderan di Indonesia bulan ini cukup naik, mengapa? karena ospek yang menjadi momentum organisasi kemahasiswa melakukan pengaderan demi memperbanyak anggotanya (argumetasi praktis), kontestasi pun dimulai dengan beberapa varisasi yang mereka lakukan, jika kita lihat perkembangan zaman dan lingkungan yang dengan cepat secara otomatis juga merubah pola pikir dan karakter mahasiswa, hemat saya PMII perlu memang adanya formulasi baru dalam melakuan pengaderan demi tercapainya tujuan dan memenangkan kontestasi pengaderan. Hal ini kita bicarakan nanti sambil minum kopi di tempat yang sepi.

Saya ingin sedikit memberikan argumentasi penting, kenapa kita harus melakukan kaderisasi? Terkadang kita juga bingung kenapa kita harus melakukan pengaderan atau kadersiasi?.

Saya ada jawaban yang sekiranya sedikit tepat untuk menjawab pertanyaan di atas, memang ada yang melatar belakangi kenapa kita harus melakukan kaderisasi, urgensi melakukan kaderisasi dalam Buku Multi Level Strategi PMII adalah sebagai berikut:

Sebagai pewaris nilai-nilai, point satu ini adalah sebagai argumentasi idealis, bahwa secara ekspektasi PMII memang ingin sekali mewarisi nilai-nilai, apalagi nilai-nilai ke-ASWAJA-an, ini perlu dan penting guna mempertahankannya dan sikap preventif agar tidak ada ideologi-radikalisme yang meracuni pola pikir mahasiswa.

Pemberdayaan anggota, point yang kedua ini adalah argumentasi strategis, karena memang Mahasiswa yang menjadi target utama untuk dijadikan sebagai insan yang Ulul Albab serta diwajibkan untuk selalu menjunjung tinggi idealisme mereka guna menjaga stabilitas sosial.

Memperbanyak anggota, point ketiga ini adalah argumentasi praktis, memang tugas kita sebagai pengurus terlepas memikirkan bagaimana kuliatas anggota kita juga harus memikirkan memperbanyak anggota dan mempertahankannya guna melanjutkan estafet kepengurusan (regenerasi).

Persaingan antar kelompok, point keempat ini adalah argumentasi pragmatis, memang tidak bisa kita pungkiri bahwa yang namanya kontestasi kaderisasi sudah pasti ada, namun jangan menggunakan cara pengaderan dengan merendahkan kelompok lain. Karena dengan persoalan tersebut akan berekses dis-integrasi-organisasi kemahasiswaan yang ada di Indonesia.

Sebagai mandat organisasi, point yang terakhir ini adalah argumentasi administratif, jelas PMII adalah organisasi kaderisasi, jadi persoalan kaderisasi adalah Harga Mati bagi PMII.

Catatan ini saya dedikasikan untuk Pengurus Komisariat PMII STAI HAS khusunya dibidang kaderisasi, umumnya PMII se-Indonesia yang secara tupoksi melakukan pengaderan.

Salam Kaderisasi Salam Pergerakan
Sekretariat PMII STAI Haji Agus Salim
Senin, 28 Agustus 2017

Oleh: M Harun Al Rasyid