Biografi Ibnu Taimiyyah | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Biografi Ibnu Taimiyyah

23 September 2017
PMII NEWS Online – Syaikhul Islam Al Imam Abul Abbas namanya adalah Ahmad bin Abdul Halim Abdus Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Khidir bin Muhammad bin Khidir bin Ali bin Abdullah bin Taimiyyah Al-Harani Ad-Dimsyqi.

Ia lahir pada hari Senin 10 Rabi’ul Awal di Haran tahun 661 Hijriyah. Ketika usia 7 tahun dia bersama ayahnya pindah ke Damsyik karena melarikan diri dari sebuah tentara Tartar.

Ia pun tumbuh besar di lingkunan ilmu fiqh dan ilmu agama. Ayah, kakek dan saudaranya serta sebagian besar pamannya adalah ulama-ulama tersohor. Dalam lingkungan keluarga ilmiah yang shalih inilah Ibnu Taimiyyah tumbuh dan berkembang dan mulai menuntut ilmu dari ayahnya dan ulama-ulama Damsyik. Ia juga menghafalkan Al-Qur’’an saat masih kecl, mempelajari Hadits, fuh, ushul (aqidah) dan tafsir.

Sejak kecil ia dikenal cerdas, kuat hafalannya dan cepat menerima ilmu. Kemudian ia memperlua pemahamannya dengan mempelajari berbagai ilmu, mendalaminya dan menguasainya sehingga ia memiliki syarat-syarat untuk mujtahid.

Sejak mudanya ia selalu menjadi imam. Ia dikenal mempunyai keluasan ilmu, akhlak terpuji dan kepemimpinan sebelum ia mencapai usia 30 tahun.

Dalam bidang penulisan dan karya ilmiah, Ibnu Taimiyyah telah meninggalkan warisan yang sangat banyak dan berharga bagi umat Islam. Para ulama dan peneliti senantiasa menimba air yang bersih dari beliau. [Download Kaidah Ahlussunnah Wal Jama’ah ‘ASWAJA’ Karya Ibnu Taimiyyah]

Di tengah umat Islam sekarang sangat banyak bertebaran karya-karya beliau berupa buku, risalah, fatwa, berbgai buletin yang masih tetap tak dikenal dan tersimpan dalam manuscript masih sangat banyak.

Di samping keilmuan dankedalaman pengetahuan agamanya, beiau dikenal sebagai orang yang suka melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Allah mengaruniai beliau dengan sifat-sifat terpuji yang sangat dermawan sehingga lebih mendahulukan kepentingan orang yang mengalami kekurangan makan, pakaian dan sebagainya dari pada dirinya sendiri.

Beliau sangat tekun beribadah, berdzikir dan membaca Al-Qur’an. Beliau hidup jauh dari kemewahan dan kesenangan dan hampir tidak mempunyai simpanan harta selain yang dibutuhkan. Sifat-sifat seperti ini telah dikenal oleh orang-orang pada zamannya. Beliau sangat rendah hati dalam penampilan, pakaian dan pergaulan dengan orang lain. Beliau tidak pernah mengenakan pakaian bagus atau pakaian yang sangat jelek dan beliau tidak pernah memberatkan orang-orang yang ditemuinya.


Beliau terkenal beribawa dan kuat dalam menegakkan kebenaran. Beliau sangat disegani oleh kewibawaannya dan menghormatinya, kecuali orang-orang yang dengki dari kalangan pendukung hawa nafsu. Ia dikenal sangat sabar, tambah memikul kesulitan dalam memperjuangkan agma Allah. Ia sangat terbuka, suka mendatangi undangan dan mempunyai keistimewaan atau karamah yang dapat disaksikan orang banyak. Semoga Allah memberinya rahmat dan melapangkan tempatnya di alam kubur dan juga ditempaknan di surganya Allah. Amiiin...!!!

Syaikh Ibnu Taimiyyah wafat dalam penjara sebagai orang tahanan di penjara Qal’ah di Damsyik. Beliau wafat pada malam Senin tanggal 20 Dzulqa’dah tahun 728 Hijriyah. Penduduk Damsyik keluar meluber dan begitu pula dari kota-kota di sekitarnya untuk menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kuburan. Berbagai sumber menyebutkan bahwa ketika wafat, jenazahnya diantarkan oleh khalayak yang berjumlah sangat besar hingga memenuhi kota. Semoga Allah memberinya rahmat dan memberikan balasan sebaik-baiknya atas pengabdiannya kepada Islam dan kaum muslim.