Bangkit | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

Bangkit

23 September 2017
Puisi, PMII NEWS Online
Bangsa kita hilang rupa
Rakyat jadi boneka yang direkayasa
Gonta-ganti pakaian nyaris telanjang
Menangis dan tertawa tak tau makna
Marah dan benci tersebab provokasi.
Api menjalar seperti kilat petir yang menyambar resah cuaca
Angkara meraung di angkasa
Menyelimuti kota yang berubah menjadi ladang gersang keributan.
Ribut atas namakan peraturan
Ribut atas namakan pembangunan
Ribut atas namakan undang-undang
Ribut atas namakan perubahan.
Kita harus turun kejalan
Bergerombol menyambangi istana
dihadap mereka
Berkoar-koar
Meminta keadilan
meminta keyamanan
Semakin hari akan melumat tamat dengan semburan kalian.
Bangunlah
Lihatlah
Sahabat rela mati
Berguguran di tepi jalan
Dan sahabat yang lain hilang sampai sekarang.
Apakah kalian masih mati?
Bangkitlah jiwa yang bersetubuh dalam ruh kalian
Akuilah bendera kuning biru
Akuilah itu tubuh mu
Tunjukan kalau raja singa itu aku.
Pergerakan akan mengutuk mereka
Akan mengejar-ngejar,
Menjerit-jerit,
Sampai meleleh
Laksana air timah dibakar api.
Wahai sahabat yang  menggeluti organisasi.
Hidupkan rakyat pinggiran
Panggillah semua sahabat kalian
Di depan,
Di samping,
Di belakang,
Hidupkan jiwa keberaniannya
Ajak sahabat kita bergerombol menyambangi pusat kota,
Teriakkan suara kalian seperti bunyi bom bersuara
Lantang,
Sampai mereka keluar dari sarangnya.
Serbu,
Lawan,
Perangi,
Sampai nafas ahir
Jemputan
Malaikat maut terahir.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.
Dengarkan rintihan kami
Pemuda-pemuda.
Qum.
Qum-qum-qumlah
Qum-qum-qumlah
Qum.
Ini seruan kami
Kami butuh pergerakan
Adil takkan ada
Jika
Tak ditagih pada mereka.
Bangkitlah.
Karya : Zain