12 KOPRI Cabang Minta Ketua PKC Bekukan SK KOPRI Jatim: Ini Pernyataan Ahmad Fairozi | PMII NEWS Online

Iklan Semua Halaman

12 KOPRI Cabang Minta Ketua PKC Bekukan SK KOPRI Jatim: Ini Pernyataan Ahmad Fairozi

23 September 2017
PMII NEWS Online - Kalau dicermati, Ketua Kopri yang dipilih langsung (pilsung) tidak bisa dicabut SK-nya atau dibekukan. Mau dianulir bagaimana jika hanya menggunakan kekuatan SK Kopri sekelas cabang? Sedangkan pilsung itu hasil Musyawarah tertinggi, yakni Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab). Dan itu berlaku sama dengan Badan Pengurus Harian (BPH) PKC PMII Jawa Timur, tak bisa serta merta mengambil alih dengan mengganti jabatan Ketua Kopri PKC dengan seenaknya sendiri. Karena, setau saya, Ketua PKC dan Ketua Kopri PKC adalah mandataris Konkoorcab PMII Jatim.

Dulu, PMII Kota Malang pernah mengkaji tentang kontroversi Pilsung Kopri (Belajar dari kasus mundurnya Ketua Kopri PB-PMII pada masa sahabat Addin Jauharuddin-saya lupa namanya) yang mengalami kekosongan karena nyaleg. Dan ternyata, hanya forum sekelas kongres-lah yang semestinya bisa memberhentikan(demisioner) ketua Kopri tersebut, karena memang jadi Ketua Kopri melalui proses pilsung.

Kalau di luar Arena Kongres, maka harus Kongres Luar Biasa (KLB). Masalahnya, Kongres PMII cuma satu, mungkin kongres PMII, tidak ada kongres Kopri PMII seperti halnya Kongres Fatayat dan Muslimat serta IPPNU.


Aneh jika Pengurus Cabang PMII tidak tau akan hal itu. Mereka menandatangani SK yang isinya mau meng-anulir Kopri. Memang mereka tidak tau dan baca Hasil-hasil Koonkorcab PMII Jatim kemarin?


Kalau mau meng-anulir kelembagaan Kopri bersama ketuanya, harus melalui forum Konferensi Koordinator Cabang Luar Biasa (Konkoorcab-LB). Bukan melalui Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) yang tingkatannya dibawah Koonkorcab.


Bingung kan? Ya sudah.. lanjutin mikir dan baca bukunya dulu!


Oleh: Ahmad Fairozi
(Sekrataris Bidang internal PMII Cabang Kota Malang 2014-2015)